1 Sifat fisik unsur halogen. Flourin dan klorin berwujud gas pada suhu ruangan sebab titik didih dan titik leleh/beku yang lebih rendah dari suhu ruangan (25oC). Bromin memiliki titik didih lebih tinggi dari suhu ruangan, sedangkan titik lelehnya lebih rendah sehingga berwujud cair. Iodin berwujud padat karena titik didih dan titik bekunya
Berikutini merupakan sifat-sifat unsure logam, Molekul senyawa ion selalu terdiri atas atom logam dengan satu atau lebih nonlogam, kecuali pada senyawa-senyawa ammonium Gambarkan pembentukan ikatan kovalen pada senyawa berikut dan tulis rumus Lewisnya. F2 Br2. HF. Br. Br. HBr. CH4. Br. CCl4 H H. Cl H. Cl. Cl. Cl. NH3. C2H5OH H. H SO3
Spesiesberikut yang termasuk deretan alkana adalah. A. C2H2 C. C2H6 B. C2H4 D. CH2 Senyawa berikut ini tergolong alkuna adalah. A. C4H10 C. C3H8 B. C4H8 D. C3H6 E. C3H4 C. Dikloropropana 47. Hal ini adalah berbagai kegunaan hidrokarbon, kecuali. A. Bahan bakar E. Sumber senyawa karbon B. Sumber Hidrogen D. Pelumas C. Sumber
Deretansenyawa berikut ini tergolong senyawa kovalen, kecuali
Contohtambahan, senyawa yang mengandung ikatan ion dan kovalen sekaligus: NaOH, KOH, Na₂SO₄, Al (OH)₃, KClO₄. Jadi pada contoh tambahan ini, kita dapat melihat bahwa baik ikatan ion maupun kovalen terdapat di dalamnya, karena terdapat atom unsur logam dan lebih dari satu atom unsur non logam.
Unsurunsur yang dapat membentuk ikatan ion 16. Pasangan senyawa berikut yang mempunyai ikatan kovalen adalah . dengan unsur X adalah . A. KCL dan HCl B. H2S dan Na2S A. P dan Q C. PCl3 dan FeCl3 D. CH4 dan NH3 B. Q dan R E. H2O dan Na2O 17. Deretan senyawa berikut ini tergolong senyawa C. R dan S kovalen, kecuali . A. HF, HCl, HI
Daridaftar senyawa pada option soal di atas, hanya KCl dan NaCl yang tergolong senyawa ion. Artinya 2 senyawa ini dapat menghantarkan listrik dalam wujud cair maupun larutan. Sedangkan HCl adalah senyawa kovalen polar (asam kuat) yang hanya dapat menghantarkan listrik dalam wujud larutan dan CCl4 merupakan senyawa kovalen nonpolar yang tidak
Deretansenyawa berikut ini tergolong senyawa kovalen, kecuali a. HF, HCl, HI . b. BH 3, BF 3 CO 2. c. H 2 O, NH 3, CO 2. Golongan alkali (IA) [kecuali atom H] dengan golongan halogen (VIIA) Contoh : NaF, KI, CsF Tuliskan pembentukan ikatan kovalen dari senyawa berikut : (lengkapi dengan rumus struktur dan rumus kimianya)
Ashort summary of this paper. 32 Full PDFs related to this paper. Read Paper. LAPORAN RESMI PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK 1 Disusun oleh : Kelompok 1 A 1. KHAIRUL ANWAR 1307035148 2. NAUVAL DWI FADILLAH 1307035131 3. SARI CLARA PRECELIA 1307035135 4. SURVINA OSALIA GINTING 1307035158 LABORATORIUM KIMIA FISIK DAN ANORGANIK FAKULTAS MATEMATIKA DAN
METABOLISMEZAT GIZI MAKRO. Oleh : DIAH MAUNAH. 9999 - 32 - 048. JURUSAN GIZI FAKULTAS ILMU - ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS ESA UNGGUL 2010. 0. KARBOHIDRAT PENDAHULUAN Karbohidrat (KH) atau Hidrat Arang (HA) merupakan salah satu dari zat gizi makro yang memegang peranan penting sebagai sumber energi utama bagi manusia, dimana setiap gramnya
Deretsenyawa berikut ini tergolong senyawa kovalen, kecuali
AsamBasa Kuat dan Lemah. Berikut daftar Asam Kuat, Basa Kuat, Asam Lemah dan Basa Lemah- Pada bab asam dan basa (SMA IPA Kelas 11), Asam dan basa dibedakan menjadi beberapa golongan. Adapun golongan tersebut yakni asam basa kuat, serta Asam Basa lemah. Dasar Pengelompokan ini tentu ada, jika kita tinjau kembali memang keduanya sangat berbeda.
Senyawaalkana rantai panjang dapat mengalami eleminasi yakni penghilangan atom/gugus atom. 2. Pengertian, Sifat, dan Contoh Senyawa Alkena. Alkena adalah senyawa hidrokarbon tak jenuh yang memiliki ikatan rangkap dua pada rantai karbonnya. Senyawa ini memiliki rumus CnH2n dan bersifat lebih reaktif daripada senyawa alkana.
Deretansenyawa berikut ini tergolong senyawa kovalen, kecuali a. HF, HCl,HI b. BH3, BF3, CO2 c. Li2O, CaO, MgO d.H2O, NH3, CO2 e. IF5, CCl4, CF4 8. Senyawa di bawah ini berikatan kovalen koordinat, kecuali a. NH4+ b. NH3 BF3 c. CS2 d.SO3 e. H3 O+ 9. Unsur X mempunyai konfigurasi elektron 2, 8, 6. Atom berikut ini yang mencapai
Ombudsmandan Pengawasan Terhadap Aparatur Negara Pasca Reformasi
GW6GlvG. ahukah anda apa yang dimaksud dengan ikatan kovalen ??? Jika anda belum mengetahuinya anda tepat sekali mengunjungi Karena pada kesempatan kali ini akan membahas tentang pengertian ikatan kovalen, jenis-jenis ikatan kovalen, dan contoh soal ikatan kovalen secara lengkap. Oleh karena itu marilah simak ulasan yang ada dibawah berikut ini. ikatan kovalen Proses Pembentukan Ikatan Kovalen Ikatan kovalen biasanya terjadi antar unsur nonlogam yakni antar unsur yang mempunyai keelektronegatifan relatif besar. Ikatan kovalen juga terbentuk karena proses serah terima elektron tidak mungkin terjadi. Hidrogen klorida merupakan contoh lazim pembentukan ikatan kovalen dari atom hidrogen dan atom klorin. Hidrogen H dan atom klorin Cl merupakan unsur nonlogam dengan harga keelektronegatifan masing-masing 2,1 dan 3,1. Konfigurasi elektron atom hidrogen dan atom klorin sebagai berikut Berdasarkan aturan oktet yang telah di ketahui maka atom hidrogen kekurangan 1 elektron dan atom klorin memerlukan 1 elektron untuk membentuk konfigurasi stabil golongan gas mulia. Apabila dilihat dari segi keelektronegatifan, klorin mempunyai harga keelektronegatifan yang tidak kecil. Konfigurasi stabil dapat tercapai dengan pemakaian elektron bersama. Atom hidrogen dan atom klorin masing-masing menyumbangkan satu elektron untuk membentuk pasangan elektron milik bersama. Di dalam struktur Lewis untuk NaCl dan HCl, atom Cl memperoleh konfigurasi elekton atom gas mulia. Kecenderungan atom Cl untuk menerima sebuah elektron dalam keadaan apapun selalu sama, tetapi jika dibandingkan antara atom Na atau H, atom-atom tersebut tidak akan melepaskan elektronnya dengan begitu saja. Untuk melepaskan elektron valensi dari Na diperlukan energi I1 sebesar -5,14 eV/atom yang lebih kecil dibandingkan energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron valensi dari H, yaitu sebesar 13,6 eV/atom. Natrium lebih bersifat logam daripada hidrogen. Kenyataannya, hidrogen merupakan bukan logam pada keadaan normal; hidrogen tidak memberikan elektronnya kepada atom bukan logam lainnya. Pembentukan ikatan antara sebuah atom H dan sebuah atom Cl melibatkan pemakaian bersama elektron yang menghasilkan ikatan kovalen. Menurut James E. Brady, 1990 Ikatan kovalen adalah ikatan yang terjadi akibat pemakaian pasangan elektron secara bersama-sama oleh dua atom James E. Brady, 1990. Ikatan kovalen terbentuk di antara dua atom yang sama-sama ingin menangkap elektron sesama atom bukan logam. Pasangan elektron yang dipakai bersama disebut pasangan electron ikatan PEI dan pasangan elektron valensi yang tidak terlibat dalam pembentukan ikatan kovalen disebut pasangan elektron bebas PEB. Ikatan kovalen umumnya terjadi antara atom-atom unsur nonlogam, bisa sejenis contoh H2, N2, O2, Cl2, F2, Br2, I2 dan berbeda jenis contoh H2O, CO2, dan lain-lain. Senyawa yang hanya mengandung ikatan kovalen disebut senyawa kovalen. Contoh Gambar Ikatan Kovalen Rumus Kimia Senyawa Kovalen Dengan mengacu pada aturan oktet, kita dapat memprediksikan rumus molekul dari senyawa yang berikatan kovalen. Dalam hal ini, jumlah elektron yang dipasangkan harus disamakan. Akan tetapi, perlu diingat bahwa aturan oktet tidak selalui dipatuhi, terdapat beberapa senyawa kovalen yang melanggar aturan oktet. Contohnya adalah ikatan antara H dan O dalam H2O. Konfigurasi elektron H dan O adalah H memerlukan 1 elektron dan O memerlukan 2 elektron. Agar atom O dan H mengikuti kaidah oktet, jumlah atom H yang diberikan harus menjadi dua, sedangkan atom O satu, sehingga rumus molekul senyawa adalah H2O. pasangan elektron yang berikatan JENIS IKATAN KOVALEN Berdasarkan Pembentukannya 1. Ikatan kovalen tunggal Ikatan kovalen tunggal yaitu ikatan kovalen yang memiliki 1 pasang PEI. Contoh H2, H2O konfigurasi elektron H = 1; O = 2, 6. Contoh pembentukan ikatan pada molekul H2O di bawah ini Ikatan kovalen tunggal 2. Ikatan kovalen rangkap dua Ikatan kovalen rangkap 2 yaitu ikatan kovalen yang memiliki 2 pasang PEI. Contoh O2, CO2 konfigurasi elektron O = 2, 6; C = 2, 4. Berikut ini pembentukan ikatan angkap 2 pada molekul CO2. Ikatan kovalen rangkap dua 3. Ikatan kovalen rangkap tiga Ikatan kovalen rangkap 3 yaitu ikatan kovalen yang memiliki 3 pasang PEI. Contoh N2 Konfigurasi elektron N = 2, 5. Berikut ini pembentukan ikatan rangkap 3 pada molekul N2 Ikatan kovalen rangkap tiga Berdasarkan Polarisasi 1. Ikatan Kovalen Polar Ikatan kovalen polar adalah ikatan kovalen yang PEInya cenderung tertarik ke salah satu atom yang berikatan. Kepolaran suatu ikatan kovalen ditentukan oleh keelektronegatifan suatu unsur. Senyawa kovalen polar biasanya terjadi antara atom-atom unsur yang beda keelektronegatifannya besar, mempunyai bentuk molekul asimetris, mempunyai momen dipol. Ikatan kovalen yang terjadi antara dua atom yang berbeda disebut ikatan kovalen polar. Ikatan kovalen polar dapat juga terjadi antara dua atom yang sama tetapi memiliki keelektronegatifan yang berbeda. Contoh ikatan kovalen polar HF Contoh ikatan kovalen polar HF Dlm senyawa HF ini, F mempunyai keelektronegatifan yang tinggi jika dibandingkan H.. sehingga pasangan elektron lebih tertarik kearah F, akibatnya akan terbentuk dipol-dipol atau terjadi pengkutuban terbentuknya kutub antara H dan F. 2. Ikatan Kovalen Nonpolar Ikatan kovalen nonpolar yaitu ikatan kovalen yang PEInya tertarik sama kuat ke arah atom-atom yang berikatan. Senyawa kovalen nonpolar terbentuk antara atom-atom unsur yang mempunyai beda keelektronegatifan nol atau mempunyai momen dipol = 0 nol atau mempunyai bentuk molekul simetri. Titik muatan negative electron persekutuan berhimpit, sehingga pada molekul pembentuknya tidak terjadi momen dipol, dengan perkataan lain bahwa elektron persekutuan mendapat gaya tarik yang sama. Ikatan kovalen nonpolar terdiri dari Ikatan Kovalen Koordinasi Ikatan kovalen koordinasi adalah ikatan kovalen di mana pasangan electron yang dipakai bersama hanya disumbangkan oleh satu atom, sedangkan atom yang satu lagi tidak menyumbangkan disini terdapat satu atom pemberi pasangan electron bebas, sedangkan atom lain sebagai penerimanya. Ikatan kovalen koordinasi kadang-kadang dinyatakan dengan tanda panah → yg menunjukan arah donasi pasangan elektron. Contoh Ikatan Kovalen Koordinasi BF3NH3 5B = 1s2 2s2 2p1 9F = 1s2 2s2 2p5 7N = 1s2 2s2 2p3 Contoh Ikatan Kovalen Koordinasi BF3NH3 Sifat Senyawa Kovalen Titik didih Pada umumnya senyawa kovalen mempunyai titik didih yang rendah rata-rata di bawah suhu 200 0C. Sebagai contoh Air, H2O merupakan senyawa kovalen. Ikatan kovalen yang mengikat antara atom hidrogen dan atom oksigen dalam molekul air cukup kuat, sedangkan gaya yang mengikat antar molekul-molekul air cukup lemah. Keadaan inilah yang menyebabkan air dalam fasa bentuk cair akan mudah berubah menjadi uap air bila dipanaskan sampai sekitar 100 0C, akan tetapi pada suhu ini ikatan kovalen yang ada di dalam molekul H2O tidak putus. Volatitilitas kemampuan untuk menguap Sebagian besar senyawa kovalen berupa cairan yang mudah menguap dan berupa gas. Molekul-molekul pada senyawa kovalen yang mempunyai sifat mudah menguap sering menghasilkan bau yang khas. Parfum dan bahan pemberi aroma merupakan senyawa kovalen contoh dari senyawa kovalen yang mudah menguap Kelarutan Pada Umumnya senyawa kovalen tidak dapat larut dalam air, tetapi mudah larut dalam pelarut organik. Pelarut organik merupakan senyawa karbon, misalnya bensin, minyak tanah, alkohol, dan aseton. Namun ada beberapa senyawa kovalen yang dapat larut dalam air karena terjadi reaksi dengan air hidrasi dan membentuk ion-ion. Misalnya, asam sulfat bila dilarutkan ke dalam air akan membentuk ion hidrogen dan ion sulfat. Senyawa kovalen yang dapat larut dalam air selanjutnya disebut dengan senyawa kovalen polar, sedangkan senyawa kovalen yang tidak larut dalam air selanjutnya disebut dengan senyawa kovalen non polar. Daya hantar Listrik Pada umumnya senyawa kovalen pada berbagai wujud tidak dapat menghantar arus listrik atau bersifat non elektrolit, kecuali senyawa kovalen polar. Hal ini disebabkan senyawa kovalen polar mengandung ion-ion jika dilarutkan dalam air dan senyawa tersebut temasuk senyawa elektrolit lemah. Berikut ini gambar perbedaan antara senyawa non elektrolit, elektrolit lemah dan elektrolit kuat. Contoh Soal Ikatan Kovalen Zat-zat berikut yang merupakan senyawa dengan ikatan kovalen Kecuali…. N2 CCl2 NaCl HCl F2 Jawab Ikatan Kovalen Penyusun sesama atom unsur non logam Tidak ada atom unsur logamn N2, CCl2 , HCl, F2 tidak ada unsur logamnya, sehingga kovalen Sedangkan NaCl = Na merupakan logam ikatan Ion Itulah ulasan tentang Ikatan Kovalen Pengertian, Jenis, Dan Proses Pembentukan Beserta Contoh Secara Lengkap. Semoga apa yang diulas diatas bermanfaat bagi pembaca. Sekian dan terimakasih. Baca juga refrensi artikel terkait lainnya disini Ikatan Logam Pengertian, Ciri, Sifat, Dan Proses Pembentukan Beserta Contohnya Lengkap Termokimia Pengertian, Sistem, Reaksi, Dan Rumus Beserta Contohnya Secara Lengkap Pengertian Dan Ciri-Ciri Zat Padat, Zat Gas, Dan Zat Cair Beserta Perubahan Zat Dan Contohnya Lengkap √ Makalah Ikatan Kimia Pengertian, Jenis Beserta Gambarnya Lengkap Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Cari
1. Pasangan senyawa di bawah ini yang merupakan senyawa ion adalah … a. NaCl dan KBr b. CH4 dan NH3 c. SO2 dan HCl d. H2O dan KBr e. KCl dan HCl Jawab a Syarat ikatan ion golongan I A / II A berikatan dengan VI A / VII A Na dan K golongan I A Cl dan Br golongan VII A 2. Nomor atom unsur P, Q, R dan S adalah 6, 9, 11, dan 18. Pasangan unsur-unsur yang diharapkan dapat membentuk ikatan ion adalah … a. P dan Q b. R dan Q c. Q dan S d. S dan R e. P dan S Jawab b. 6P = 2 4 Golongan IV A 9Q = 2 7 Golongan VII A 11R = 2 8 1 Golongan I A 18S = 2 8 8 Golongnan VIII A Syarat ikatan ion golongan I A / II A berikatan dengan VI A / VII A 3. Suatu senyawa dengan rumus molekul XY. Jika konfigurasi elektron atom X 1s2 2s2 2p6 3s2 dan konfigurasi elektron atom Y 1s2 2s2 2p4, maka XY mempunyai ikatan … a. Kovalen polar b. Kovalen non polar c. Kovalen koordinasi d. Elektrovalen e. Logam Jawab d X 3s2 Golongan II A Ikatan ion / elektrovalen Y 2p4 2s2 Golongan VI A Ikatan ion / elektrovalen 4. Pasangan unsur yang membentuk ikatan kovalen adalah … a. 17X dan 11Y b. 12P dan 17Q c. 6R dan 17Q d. 20M dan 16T e. 19A dan 35B Jawab c Syarat ikatan kovalen golongan IV A, V A, VI A, VII A, dan H 17X 2 8 7 dan 11Y 2 8 1 ikatan ion 12P 2 8 2 dan 17Q 2 8 7 ikatan ion 6R 2 4 dan 17Q 2 8 7 ikatan kovalen 20M 2 8 8 2 dan 16T 2 8 6 ikatan ion 19A 2 8 8 1 dan 35B 2 8 18 7 ikatan ion 5. Deretan senyawa berikut ini tergolong senyawa kovalen, kecuali … a. HF, HCl, HI b. BH3, BF3 CO2 c. H2O, NH3, CO2 d. Li2O, CaO, MgO e. IF5, CCl4, CF4 Jawab d Syarat ikatan kovalen golongan IV A, V A, VI A, VII A, dan H Pilihan D terdapat Ca dan Mg Golongan II A 6. Di antara senyawa berikut yang bukan molekul kovalen polar adalah … a. HCl b. NaCl c. NH3 d. H2O e. PCl3 Jawab b Molekul Penyusun Keterangan Ikatan HCl Gas – Gas 2 atom tidak sejenis polar Kovalen polar NaCl Logam – Gas Ion NH3 Gas – Gas PEI = 3 N golongan V A PEB = 5 – 3 = 2 Kovalen polar H2O Gas – Gas PEI = 2 O golongan VI A PEB = 6 – 2 = 4 Kovalen polar PCl3 Gas – Gas PEI = 3 P golongan V A PEB = 5 – 3 = 2 Kovalen polar 7. Di antara senyawa berikut yang paling polar adalah … a. HF b. HCl c. F2 d. HBr e. HI Jawab a Paling polar → beda keelektronegatifan besar HF → golongan I A dan VII A maka elektronegativitasnya besar 8. Di antara senyawa-senyawa berikut, yang dapat membentuk ikatan hidrogen adalah … 1 HF 2 NH3 3 H2O 4 HCl a. 1, 2 dan 3 b. 2 dan 3 c. 1 dan 3 d. 1, 2 dan 4 e. 1, 2, 3 dan 4 Jawab a Syarat ikatan hidrogen H berikatan langsung dengan N, F, atau O. Pilihan 1, 2 dan 3 benar. 9. Titik didih HF lebih tinggi daripada HCl. Hal ini disebabkan karena antara molekul-molekul HF terdapat ikatan … a. kovalen b. ion c. hidrogen d. van der waals e. kovalen koordinat Jawab c HF → H berikatan langsung dengan F, artinya ikatan hidrogen Ikatan hidrogen membuat senyawa mempunyai titik didih tinggi. 10. Diketahui nomor atom H = 1; C=6; N = 7; O = 8; P=15; dan Cl =17. Senyawa berikut mengikuti aturan octet, kecuali … a. CHCl3 b. NH3 c. H2O d. CH4 e. PCl5 Jawab e. Teori octet menyatakan bahwa disekitar atom pusat terdapat 4 pasang electron ikatan 8 elektron, sedangkan pada PCl¬5, atom pusatnya P terdapat 5 pasang electron ikatan 10 elektron, disebut dengan super octet. 11. Unsur X mempunyai nomor atom 20. Senyawa garamnya bila dipanaskan akan menghasilkan gas yang dapat mengeruhkan air barit. Rumus senyawa tersebut adalah … a. X2SO4 b. XSO4 c. X2CO3 d. XCO3 e. XCl2 Jawab d Unsur X yang mempunyai nomor atom 20, berarti unsur Ca. Senyawa yang dipanaskan dan menghasilkan gas adalah CaCO3. Reaksinya CaCO3s → CaOs + CO2g CO2g + BaOH2aq → BaCO3s + H2Ol Air barit barium hidroksida 12. Senyawa manakah yang tidak membentuk ikatan hidrogen antar molekulnya ? a. CH3CHO b. CH3NH2 c. CH3OH d. NH3 e. NH4OH Jawab a Ikatan hidrogen antar molekul terdapat pada molekul-molekul yang mempunyai atom hidrogen yang terikat pada atom N, O atau F. Pada molekul CH3CHO, atom H tidak terikat pada atom O. H H-C-C-H H 13. Unsur X mempunyai konfigurasi elektron 2. 8. 6. Unsur tersebut akan membentuk ion . . . . a. X3- b. X2- c. X- d. X+ e. X2+ Jawab b Elektron Valensinya 6, sehingga untuk mencapai kestabilan unsur X akan menerima 2 elektron dan membentuk ion negatif. 14. Jika unsur A memiliki nomor atom 8 dan nomor massa 18, struktur dari A2- terdiri atas . . . . a. 10 elektron, 8 proton, 8 neutron b. 10 elektron, 8 proton, 10 neutron c. 8 elektron, 8 proton, 10 neutron d. 8 elektron, 8 proton, 18 neutron e. 6 elektron, 8 proton, 10 neutron Jawab b Jika unsur A memiliki nomor atom 8 maka elektron valensinya adalah 6 sehingga menerima 2 elektron dan jumlah elektronnya menjadi 10. Nomor atomnya 8 sehingga mempunyai 8 proton. Jumlah neutron sama dengan nomor massa dikurangi proton, 18 – 8 = 10 neutron. 15. Cermati tabel berikut ! Unsur Konfigurasi Elektron P 2. 2 Q 2. 8 R 2. 8. 1 S 2. 8. 6 T 2. 8. 7 Tabel diatas menunjukan konfigurasi elektron unsur P, Q, R, S dan T. Unsur yang paling mudah menangkap 1 elektron adalah . . . . a. P b. Q c. R d. S e. T Jawab e Unsur T mempunyai elektron valensi 7. Sehingga paling mudah menangkap 1 elektron untuk mencapai kestabilan agar elektron valensinya menjadi 8. 16. Kr yang mempunyai nomor atom 36 termasuk golongan gas mulia. Hal ini ditunjukan oleh . . . . a. Keelektronegatifan Kr besar b. Mudahnya bereaksi dengan unsur lain c. Membentuk ikatan ion d. Elektron valensinya 8 e. Termasuk golongan VII A Jawab d Golongan gas mulia atau golongan VIII A, unsur-unsurnya mempunyai elektron valensi 8. Nomor atom Kr adalah 36. Sehingga konfigurasi elektronnya 2. 8. 18. 8 17. Diantara unsur-unsur berikut ini yang cenderung melepas 2 elektron adalah . . . . a. 9F b. 12Mg c. 15P d. 17Cl e. 18Ar Jawab b Konfigurasi elektron dari 12Mg adalah 2. 8. 2. Sehingga untuk mencapai kestabilan, unsur tersebut akan melepas 2 elektron. 18. Atom 15P akan mencapai kestabilan dengan cara . . . . a. Menangkap 1 elektron b. Melepas 2 elektron c. Menangkap 2 elektron d. Melepas 3 elektron e. Menangkap 3 elektron Jawab e 15P konfigurasi elektronnya adalah 2. 8. 5. Sehingga untuk mencapai kestabilan unsur tersebut menangkap 3 elektron agar elektron valensinya 8. 19. Atom berikut ini yang mencapai kestabilan dengan mengikuti kaidah duplet adalah . . . . a. Litium b. Natrium c. Magnesium d. Aluminium e. Klor Jawab a Nomor atom litium adalah 3. Atom-atom yang mempunyai nomor atom kecil mulai dari hidrogen sampai boron cenderung memiliki konfigurasi elekrton gas helium atau mengikuti kaidah duplet. 20. Unsur Y mempunyai konfigurasi elektron 2. 8. 2. Unsur ini lebih mudah membentuk ikatan ion dengan unsur lain yang mempunyai konfigurasi elektron . . . . a. 2. 8. 1 b. 2. 8. 4 c. 2. 8. 5 d. 2. 8. 6 e. 2. 8. 7 Jawab d Unsur Y memiliki elekron valensi 2. Unsur ini lebih mudah membentuk ikatan ion dengan unsur lain yang mempunyai konfigurasi elektron 2. 8. 6 Dengan elekron valensi 6.
Mahasiswa/Alumni Univesitas Islam Indonesia12 Agustus 2022 0749Jawabannya adalah opsi D. Ikatan kovalen adalah ikatan yang terbentuk akibat adanya sharing elektron antara dua atom, umumnya terjadi antara unsur non logam degan unsur non logam. Unsur Li merupakan unsur dalam golongan IA yang merupakan unsur logam, unsur Ca dan Mg merupakan unsur dalam golongan IIA yang merupakan unsur logam, unsur O merupakan unsur dalam golongan VIA yang merupakan unsur non logam. Menurut pengertian ikatan kovalen diatas, maka senyawa Liâ‚‚O, CaO, MgO bukan merupakan senyawa yang berikatan secara kovalen dikarenakan terbentuk dari unsur logam dan non logam. Jadi, deretan senyawa berikut ini yang tidak tergolong senyawa kovalen adalah Liâ‚‚O, CaO, MgO.
deretan senyawa berikut ini tergolong senyawa kovalen kecuali