4334 # puisi (semoga ini) puisi Antologi Musafir: Titik Awal Cinta Kita Cerpen cinta Pada Cinta Pantun Puisi puisi by beni guntarman Puisi Cinta puisi edi sst Puisi Kehidupan puisi kritik sosial Puisi Religi puisi renungan Puisi Rindu PuiSi SaNG PeNCiNTa Sajak Cinta sufistik
Sementaramereka pergi berlalu kerumah makan didekat sekolah, aku berjalan bersama beberapa teman-teman ku ke Mushollah sekolah untuk sholat. Dimushollah aku melihat ada seseorang yang tidak asing bagi ku, Rizga cowok yang berhasil membuat aku melupakan mantan terindah sekaligus menyakitkan hatiku Angga.
Mungkinkorang ada pengalaman, sejarah or kenangan manis pada tahun 2011 dan mungkin jugak kenangan pahit untuk dikenang. Alahai karut beno..masa-masa ni jugaklah lelaki dan perempuan mandi bersama di laut. Maka jgn hairanlah suasana dah macam kat luar negara. Al-Fatihah unutk Mantan GB ke4 doa bt mendiang GB ke2 ku
6pmP. Sebuah Karya M. Gilang RiyadiSumber salah paham, bukan berarti aku tidak bisa move on. Aku sudah mampu melupakan dia sejak setahun lalu, bahkan sempat juga menjalin hubungan dengan perempuan lain meski akhirnya akan kuceritakan memang tentang dia, semata-mata karena pagi tadi aku dihubunginya untuk bertemu di tempat ini. Well, dulu tempat ini memang menjadi spot favorit kami, yaitu toko bunga yang di dalamnya terdapat kafe putus? Ya, biasalah, ada beberapa prinsip yang tak sejalan dengan pribadi masing-masing. Kami putus baik-baik juga. Tak ada drama, pertengkaran, atau air mata. Ups, maaf. Untuk poin terakhir sebenarnya memang terjadi. Lagipula, siapa juga yang tak akan menangis ketika hubungan yang terjalin tiga tahun pada akhirnya kandas?Oh, itu dia sudah berambut panjang ini membawa sebuah kotak ukuran sedang yang langsung disimpan di permukaan meja. Aku mencoba menebak sebelum membukanya. Dan ternyata benar, isinya barang-barang yang dulu pernah kuberikan untuknya. Kami saling tatap kemudian.âKamu masih bisa simpan ini,â kataku menolak halus.âNaren, tolong ngerti sekali ini aja.âAku mengerutkan kening, menatapnya dengan tidak bersahabat karena sedikit tersinggung.âCoba jelaskan di bagian mana aku nggak pernah mengerti kamu?ââDengar, aku ke sini bukan untuk berdebat.âTak lama, ia mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Ah, undangan pernikahan. Sangat mudah nama dia dan seorang lelaki yang menurutku asing ketika membacanya. Kurang lebih sebulan lagi hingga hari bahagia itu tiba. Apa aku akan datang? Masalahnya aku tak bisa datang seorang diri di pernikahan hanya sebentar duduk di sini. Minuman yang sudah dipesan sebelumnya pun hanya dihabiskan setengah, meninggalkan aku sendiri bersama barang-barang penuh kenangan yang seharusnya tak perlu lagi aku satu tempat lagi yang menjadi favoritku. Bangunan tua terbengkalai yang lokasinya cukup jauh dari jalan utama. Tingginya sekitar 7 lantai. Biasanya tempat ini aku datangi ketika sedang ada masalah. Entah itu sedih atau marah sekalipun. Lantai paling atas adalah tempat terbaik untuk teriak dan melepaskan yang diberikannya tadi ikut kubawa sampai ke lantai paling atas. Di sana aku pikir hanya sendirian, tapi aku salah dan tak menduga ternyata perempuan itu sudah duluan sampai. Sedang menatap kota dari tempat yang menyadari kehadiranku karena langkah kaki yang menaiki tangga memang terdengar jelas. Kami bertatapan beberapa saat sembari aku menaruh kotak ini di permukaan lantai yang penuh debu. Jeda sejenak, sampai ia mendekat.âApa yang terjadi?â tanyaku dengan tatapan tajam.âTawaran kamu dulu apa masih berlaku?â Dia justru bertanya balik, dengan sorot mata yang aku membawa ingatan ke beberapa tahun lalu ketika kami berdua masih menjalin hubungan dan bekerja di satu tempat yang sama. Ketika benar-benar ingin membawa hubungan ini ke yang lebih serius karena mengingat usiaku kala itu hampir menyentuh kepala tiga, ada beberapa tahap yang harus kami aturan perusahaan disebutkan bahwa tidak boleh ada karyawan yang terikat keluarga, termasuk soal pernikahan. Intinya, salah satu harus mengalah.âSebentar lagi aku dapat promosi. Jelas aku nggak bisa resign.ââAku nanti akan jadi kepala keluarga, lho. Jadi aku berhak menentukan mana yang terbaik untuk kita.âPerdebatan itu tak berlangsung lama. Akhirnya dia yang memilih untuk mengundurkan diri dan menyetujui beberapa alasan yang aku sampaikan. Tapi kami tak sadar bahwa ada tembok yang lebih besar akan tetap menghalangi hubungan ini, apapun ceritanya.âNggak gini cara mainnya. Kita sepakat untuk mengakhiri hubungan sejak dua tahun lalu. Aku berhasil move on, dan kamu tiba-tiba datang ketika akan menikah, lalu malah berbalik menagih janji yang pernah aku tawarkan. Di mana akal sehat kamu?âAku tidak pernah seemosional ini di depannya. Tapi sikapnya yang di luar dugaan benar-benar membangkitkan kembali kenangan yang sudah tertidur lama. Tak seharusnya semua ini terjadi.âAku nggak bisa menikah hanya karena tuntutan kelurga! Aku nggak bisa dijodohkan seperti ini.âSekarang ia menangis. Tapi aku tak bisa luluh dengan cara seperti ini, terlebih jika ia menginginkan aku untuk jadi pendamping hidupnya.âItu bukan urusan aku! Dan aku nggak mau terlibat dalam drama yang kamu buat. Paham?âAku meninggalkannya bersama kotak berisi kenangan kami. Ketika menuruni tangga, dia menyusul dengan terus memanggil namaku. Aku tidak mempedulikannya, terus turun hingga ke lantai 3, sampai akhirnya ia memegang tangaku untuk menghentikan langkah.âLuar negeri? Kamu yakin?â Ia masih tampak ragu ketika aku menyarankan negara lain untuk tempat kami menikah nanti.âYakin, dong. Aku udah menyiapkan semuanya kok. Kamu mau, kan?ââAku⌠harus diskusi dulu sama keluarga.âDiskusi itu pada akhirnya tak berjalan sesuai rencana. Keluarganya tak mengizinkan apapun cara dan alasannya. Maka, malam itu di dalam mobil di hari Sabtu, aku memiliki sebuah ide gila.âKita nggak perlu restu orang tua kamu, karena kita bisa membangun keluarga yang baru cukup berdua aja.ââNaren, itu ide gila.ââTake it or leave it?âAku sadar bahwa malam itu telah memberikan pilihan yang seharusnya tak dipilih. Sejak awal, aku dan dia tak perlu memiliki hubungan spesial. Dulu pun aku berpikir bahwa ada alasan lain mengapa Tuhan mempertemukan kami. Namun sekarang aku tahu bahwa apa yang dipertemukan bukan berarti untuk ketika datang ke rumahnya saat Hari Raya benar-benar menamparku keras. Aku terpaksa menyembunyikan kalung salibku untuk tetap menghargai keluarganya. Begitu pula ketika ia disambut oleh keluargaku saat Hari Natal tiba. Meski terlihat bahagia satu sama lain karena bisa berkumpul, sering kali ia tak bisa menikmati sajian yang keluargaku buat karena bertentangan dengan hari ini ketika ia berusaha menahanku, aku melepaskannya kuat, lalu kutatap sekali lagi matanya.âTolong⌠jangan ganggu⌠hidup aku lagiâŚâ kataku pelan namun dengan penuh penekanan. âAku udah berhasil melewati semua ini, kamu juga pasti bisa.âIa tak menjawab dan hanya menundukkan kepala. Tak lama, kudengar tangisannya yang mulai pada akhirnya, aku memilih meninggalkan meski ia masih tak stabil. Segera masuk mobil, lalu mengendarainya meninggalkan gedung tua ini. Aku menangis di perjalanan, sungguh, memutar kembali memori waktu itu dalam putaran lambat. Saat dia memilih mundur dari hubungan ini, juga saat aku dengan berat hati harus menyetujuinya.âApa ini akhir dari segalanya?â tanyanya kala itu.âAku nggak tahu,â jawabku dengan tatapan kosong, lalu meletakkan tanganku di telapak tangannya. âJika pun ini akhir, setidaknya kita masih bisa hidup di kenangan masing-masing. Iya, kan?âDan hari itulah yang menjadi patah hati terbesarku, berusaha sekeras mungkin untuk bisa lepas dari semua kenangan yang pernah terukir. Sampai akhirnya dia datang kembali ketika aku benar-benar telah mantan, aku memilih untuk pergi karena tak mau mengambil risiko yang lebih dalam lagi.*
Cerpen Karangan Fanny Amelia AnandaKategori Cerpen Anak, Cerpen Perpisahan, Cerpen Persahabatan Lolos moderasi pada 16 August 2014 Hari-hari ku begitu bermakna saat aku melewatinya bersama sahabat-sahabat yang ku sayangi. setiap hari aku selalu menghabiskan waktu bersama mereka. Besok adalah hari pertama liburan semester, kira-kira liburan ini aku mau kemana ya bersama teman-teman ku? mungkin kita kumpul-kumpul bareng dan bersenang-senang bareng deh. Keesokan harinya aku dan sahabat ku yang bernama zahra bercerita di tempat kami biasa berkumpul bersama. di sana ia bercerita kalau seminggu lagi ia bakalan pindah ke manado. âfann kayaknya minggu-minggu ini aku mau pindah dehâ âkemana?â tanyaku penasaran âke manadoâ ângapain? kok cepet banget sihâ âgak tauâ Aku terdiam dan tiba-tiba dan memikirkan sesuatu. âkenapa kamu pindah secepat ini zar? aku baru ngerasain sahabatan sama kamu cuma sebentar, walau ada sahabat ku yang lain tapi yang bisa memahami aku cuma kamu.â Tiba-tiba zahra mengagetkan ku âhayo⌠kamu lagi ngelamunin apa?â âapaan sih zarâ âoh iya dari kemarin aku mau bilang sama kamu besok aku mau pulang kampungâ ângapain?â âgak tau deh orangtua aku yang tauâ âsampe kapan?â âkira-kira 5 hari, setelah pulang besoknya aku siap-siap berangkat ke manado. trus besoknya lagi langsung berangkatâ Aku hanya bisa sedih saja. rasanya aku gak rela buat melepas kepergiannya. rasanya air mata ini ingin menetes begitu saja. tapi aku tahan karena aku gak mau bersedih di depan sahabat ku. âaku di sana cuma 5 tahun. abis itu aku ke sini lagiâ katanya âjanji ya?â âiya. tar kalo aku udah kesini orang yang pengen pertama aku temuin yaitu kamuâ âawas ajah kalo kami ingkarin janji ke akuâ âgak bakalâ Tiba esok hari sahabat ku pun pergi ke kampung halamannya, hari-hariku terasa begitu sepi tanpa dia. Hari terus berganti sepi pun terus membayangi ku. 5 hari ku tanpa kehadiran sahabat Tiba saatnya ia kembali dari kampung halamanya. rasa senang menyelimuti hati ku, akhirnya sahabat ku balik lagi ke sini. tapi hari ini adalah hari terakhir bersamanya. Hari ini aku ingin menghabiskan waktu terakhir bersamanya. hari ini aku jalan-jalan bersama zahra dan yang lainnya. di sana aku bercanda-canda bersama mereka, hari ini begitu sepesial untuku. Seketika sedang bersenang-senang zahra pun ditelepon dan disuruh untuk pulang untuk membeli barang-barang utuk besok pergi. âfann maaf aku disuruh pulang sama orangtua ku untuk membeli keperluan untuk besokâ âiya zar gak papaâ padahal hati aku kecewa banget tapi tak apa lah Zahra pun pulang aku pun juga begitu Hari ini adalah hari dimana sahabatku benar-benar pergi meninggalkan aku dalam waktu yang cukup lama. Hari ini aku tidak libur karena ada pelajaran tambahan dari siang sampai sore. oleh karena itu aku kecewa karena gak bisa lihat kepergian zahra. aku terus memikirkan itu hingga akhirnya aku gak konsen sama sekali. Akhirnya aku pulang dari sekolah dan langsung ke rumah zahra, ternyata ia udah berangkat dari 1 jam yang lalu. tiba-tiba salah satu teman ku menghampiri ku dan memberikan sebuah surat. âfann, ini surat buat kamu dari zahraâ âoh makasih yaâ âiya sama-samaâ Aku membuka secara perlahan dan membacanya âfan, maaf aku gak bisa di samping kamu kaya dulu lagi. maaf karena aku gak bisa lindingi kamu lagi. Aku harap kamu jadi anak yang baik ya buat orangtua kamu. jangan lupain aku ya. Walau jauh kita kan masih bisa komunikasi lewat hp kalo gak jejaring sosial. aku masih ada kok di hati kamu. jaga persahabatan kita ya. i love my best friendâ Gak tau kenapa rasanya dada ini begitu sesak tak terasa pipi ini sudah basah dengan air mata ku. aku menuju rumah dan langsung meluapkan kesedihan ku. âzar walau aku sama kamu jauh kamu akan tetep jadi sahabat aku kok. makasih ya karena kamu udah ngasih yang terbaik buat aku. aku bakal kuat ngelewatin hari-hari tanpa muâ kataku dalam hati Aku tetap menjalani semuanya seperti janji aku kepada zahra. i miss you ~ SELESAI ~ Cerpen Karangan Fanny Amelia Ananda Facebook Fanny Amelia Ananda Cerpen Kenangan Terindah Bersama Mu merupakan cerita pendek karangan Fanny Amelia Ananda, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya. "Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!" Share ke Facebook Twitter WhatsApp " Baca Juga Cerpen Lainnya! " My Childhood Friend Is A Mermaid Oleh Rabiatul Adawiah Pagi itu.. Aku duduk di kamarku yang sangat sunyi, yang ada hanya aku dan cahaya mentari yang indah. Aku menatap jendela kamarku, seraya mengingat kenangan singkat masa kecilku yang Pergi ke Tanah Suci Oleh Adelia Shiffa Fajariani Halo perkenalkan namaku Rachel. Aku bercita-cita ingin membawa kedua orangtuaku ke Mekkah, Arab Saudi. Tapi rasanya itu mustahil. Butuh berpuluh-puluh tahun untuk menabung uang. Orangtuaku bekerja sebagai penjual nasi Mantan Bertahan Dengan Rasa Sakit Oleh Ditha Nurmala Gue punya pacar bernama rian saputra, Mulanya kita sebatas teman kerja⌠Berawal dari kebencian gue sama dia, yg padahal gue sendiri ga tau kenapa gue sangat membenci dia. Saat Embunku di Atas Karya Tuhan Oleh Fadli Anas Sudut ini membuatku sempit untuk melakukan gerakan-gerakan indahku, âarrrgh, kenapa, hanya aku TuhanâŚ! Hanya aku yang berbeda dengan mereka, lincah, tanpa sadar mereka sekarang berbicara seenaknya di depanku, aku Perjuangan yang Terbuang Sia Sia Oleh Salsa Nurul Aisyah Aku, Adinda, dan Laura adalah 3 sekawan yang sangat akur, kalaupun berantem palingan juga sehari gak lebih. Karena kami telah bersahabat sejak lama kami merasa bosen kenapa persahabatan kita âHai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?â "Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan loh, bagaimana dengan kamu?"
Temenan 10 tahun, pacaran 8 bulan, yaksip. Gagal Move On! Ini bukan cerita remaja pada umumnya tapi... bisa juga sih dibilang kayak gitu. Dari segi pembuka cerita aja gak menarik, gak jelas, karena udah faktor author- nya yang tijel selalu mengalami kegabutan yang to the point aja kalau baru aja gue flashback sama mantan, kisah SMA banget sih emang, tapi jujur aja gue sekolah di menengah kejuruan bukan menengah atas. Meskipun begitu cerita masa SMK juga sama indahnya kok kayak SMA, bedanya kalau SMA itu lebih cenderung santai mungkin yha tapi gak tau juga intinya kalau SMK itu sering gue bilang kuproy. Setiap sekolah emang beda sih, tapi di sekolah gue ini bener-bener ditekunin buat terjun langsung ke dunia kerja apalagi waktu masih baru kelas 10 dan tugas udah numpuk dan jam pulangnya pun sama kayak kuproy. Haha, b aja sih cuma guenya aja yang abaikan, balik ke topik awal tentang flashback sama udah kenal lama sama dia, dari TK pun gue udah temenan sampe SMP tuh berapa tahun coba tapi pacarannya cuma sampe 8 bulan gak nyampe TK dia itu anaknya cengeng tapi ganteng, banyak bocah-bocah yang suka sama dia. Tuh anak kecil aja udah ngerti SD kelas 3 dia pernah ngejailin gue dan bilang I love you sambil nyengir, ya biasalah bocah. Kelas 4 gue gak akur sama dia, gue dikatain terus sama dia, gue pun sebaliknya. Kelas 5 mulai gengsi, kelas 6 dia nemenin gue yang sendirian waktu latihan pianika untuk SMP kelas 1 udah mulai cuek gak pernah tegur sapa lagi, pas itu gue lagi ke kamar mandi sama Dinda yang kebetulan waktu SD pernah sekelas sama dia dan negur dia Sombong luâ alhasil dia cuma nengok abis itu ngebuang muka. Gue yang ngerasa tertarik pun ikut-ikutan bilang sombong dan dia masang tampang judesnya sambil bilang . Sombong kenapa si?âEa. Hm. Cekiwir. Setelah itu dia lari dari suasana yang penuh kesombongan kelas 2 SMP gue sama sekali gak peduli lagi tentang dia karena emang dia yang mulai cuek seakan-akan nganggap gue orang asing, tapi gue biasa aja karena emang gak ada rasa. Tapi dia sempet ngajak gue ngobrol soalnya dia temenan sama temen gue. Gak ada yang spesial di kelas 2 kelas 3 SMP nih awal mulainya lagi. Gue ikut forum remaja di kavling sekitar rumah gue dan gak sadar ternyata ada cowok yang masih saudara sama si dia. Waktu lagi rapat kebetulan diadain di rumah cowok yang masih saudara itu dan ada dia yang lagi main.âElo?â kata gue sama dia barengan. Sama-sama kaget dari situ awal mulanya gue diledek-ledekin sama anggota lain kalo gue sama dia itu pacaran, dan yang bikin gue kesel itu sodaranya malah ngeledekin gue kalau gue sama dia udah dari TK satu sekolah mulu.âCieeee.âSiapa sih yang gak malu digituin otomatis muka gue langsung merah, suara nyebelin itu makin keras bikin gue makin terpojoki. Sementara dia gak tau kemana di sekolah, Andrian, temen sekelas gue nanya, Lo suka sama Dimas?â nahloh. Langsung aja lah namanya emang Dimas, gak usah pake kata Dia lagi. Gue terkejut bukan main, alama. Pasti gara-gara kemarin.âKatanya kemarin pada ngeledekin lo gara-gara lo suka sama dia.âWah gak bener. Gue paling gak suka nih kalau ada yang ngomongin enggak-enggak apalagi urusan suka-sukaan.âApaansih bilangin tuh ke temen lo kalo ngomong jangan ngada-ngada.â Kata gue ketus plus jutek plus judes plus ada sesuatu yang muncrat dari mulut, itu sebenarnya juga temen TK gue dari dulu sampe sekarang tapi emang gak deket, dan kebetulan juga Andrian tetangganya Dimas. Yah meskipun Andrian termasuk cowok yang lemot dan istirahatpun tiba dan Andrian langsung ngeluyur keluar kelas, kayaknya beneran dibilangin nih. Kebetulan gue emang jarang keluar kelas untuk jajan soalnya udah bawa bekal dari rumah dan gue bisa liat Dimas dari jendela kalau dia lagi ngomong sama lama kemudian Andrian datang dengan cengirannya yang begitu memukau, âDia minta nomor lo.âUhuk. Uhuk. Gue keselek makanan sendiri.âBuat?ââMinta maaf.ââUntuk?ââBanyak nanya lo udah tulis aja nanti juga tau.âAkhirnya dengan pasrah gue nulis nomor di kertas yang telah disediakan oleh Andrian. Itung-itung bisa deket juga sama dia, sedikit beruntung sih punya temen cowok dari TK yang lumayan masih zamannya orang pacaran sms-an, jadi wajarin aja. gue gak bisa nyeritain semua isi sms itu karena emang gak penting. Intinya pertama kali dia sms gue itu gak jelas, Ngerujak yoâ. Oh sekarang kalimat minta maaf udah ganti jadi ngerujak yo. Dimas emang manusia paling langka, pantes banyak yang itu gak mahir dalam ngerjain orang karena dari segi clue untuk nebak siapa orang yang sms gue aja udah ketauan. Bagus sih gak pinter bohong berarti, gue makin sering sms-an sama dia yaa walaupun kadang gue bales cuek, gue bukan tipe cewek yang kalo nge-chat panjang kali lebar paling juga ya bales seadanya aja. Apalagi kalo udah gak mood, paling cuma satu kata mewakili masih zamannya SMP, jadi wajar kalau cintanya rada berjalannya waktu sms yang paling bikin gue kaget ketika Dimas ngajakin gue ketemuan di taman perumahan samping kavling gue. malem-malem. Dan gue punya tipe orang tua yang ngelarang keras pacaran sebelum umurnya dan gak ngizinin keluar malem. Dan ternyata dugaan gue bener, dia nembak gak inget persis kata-katanya gimana karena setelah gue tolak ajakannya dia nembak gue di sms. Dengan kata gue-elo diganti jadi aku-kamu. Dia bilang udah lama banget suka sama gue tapi malu bilangnya. Malem itu gue tolak tapi besoknya dia nanyain jawaban lagi padahal jelas-jelas kemarin udah gue tolak dan bikin gue gak enak hati jadinya gue gue jadi suka sama dia. Orangnya gak jaim, blak-blakan, perhatian emang gue nyangka kalau bisa bertahan lama karena pacarannya asik gak melow-melow kayak gitu. Tapi dipertengahan ada kehadiran orang baru, udah saling kenal sih cuma gara-gara gue sama dia kepilih untuk mewakili lomba fisika jadi deket Dimas anaknya asik dan suka bercanda tapi disisi lain sikap dia yang bikin gue terbakar api cemburu setiap harinya. Gue beda kelas sama dia, dan Dimas satu kelas sama saudaranya yang cewek panggil aja Ratu. Gue sadar mereka emang saudara, tapi emang harus ya kalau jalan itu rangkul-rangkulan? Cubit-cubitan? Sampe Ratu sakit pun dibikin status GWS pake tanda kiss. Apa coba orang-orang nyangkanya Ratu-lah pacarnya Dimas bukan gue. temen sekelasnya sih tau kalau mereka saudaraan, tapi yang lain? Mereka cuma bisa melihat dan menilai tanpa tau apa kebetulan gue juga punya sahabat namanya Fira, dia itu orangnya emang bisa dibilang genit tapi lucu. Gimana ya jelasinnya, kalau udah ada cowok kadang sikapnya suka berubah jadi lenjeh-geli gimana itu tahun baru, kebetulan gue emang gak pernah diizinin untuk dateng ke acara bakar-bakar yang pastinya pulangnya malem padahal Dimas udah ngajakin. Jadi yang dateng cuma Fira, Dimas, Andrian, dan Lina. Gue sadar kok waktu itu Fira emang baru putus jadi galau-galau butuh perhatian, tapi bisa gak, gak pake pundak pacar orang? Gue tau lo emang sahabat gue, tapi apa pacar harus berbagi juga?Pantes aja Dimas gak bales sms gue beberapa jam, ternyata eh ternyata. Lina said, iya semalem dia berduaan beli tusuk satenya lama banget padahal deket tempatnya terus sebelumnya Fira cerita dia baru putus sambil nangis gitu eh malah di rangkul sama Gue seumur-umur jadi pacarnya belum pernah dirangkul. Selama dia mesra-mesraan gue chatingan sama Deon adik kelas gue yang ikut lomba fisika itu. Orangnya asik tapi bawel, udah tau gue punya pacar tapi masih aja minta abaikan aja yang menyakitkannya itu. Waktu gue ulang tahun, bukannya ngasih surprise malah nanya mau dikadoin apa.âLo mau dikadoin apa?ââApa aja yang penting warna pink.ââYaudah tai kambing di cat aja yak.âKadang suka lucu emang. Pas nerima kado dari dia aja gue sempet di kasih ketek dulu sama dia sebagai kado tambahan. Makasih makin membaik dan sampai titik akhir gue bener-bener eneg sama dia. dia banding-bandingin hubungan kita sama temennya, dia bilang gue cuek orangnya, gak perhatian, dan besoknya dia malah foto sama cewek kelas lain yang pernah ngerebut senior kesukaan gue. Dia minta maaf sih, tapi karena adanya kehadiran Deon ngebuat gue seakan-akan milih Deon dibanding hari Dimas gue cuekin dan dia bener-bener minta maaf. Dan beberapa hari kemudian Dimas berantem sama Deon, gak berantem sih cuma sindiran doang lewat status.âSeenggaknya kalau suatu yang gak bisa lo milikin jangan ngerebut dari orang lain.â âDimasâBukannya ngerebut, tapi jangan maksain apa yang bukan milik lo.â âDeonAnjay. Gue merasa cewek cantik anehnya gue malah ngebelain Deon karena emang dia adik kelas, mungkin karena kasihan. Tapi Dimas gak marah sama gue, dia cuma kesel sama Deon, mungkin Dimas pernah ngeliat gue chatan sama Deon dan tanpa rasa malu Deon masang foto gue jadi foto profil dia di sosmed.âGue marah lah apa yang punya gue malah direbut sama orang lain.âKata-kata itu yang sampe sekarang gue galmup, berjalannya waktu gue punya ide konyol untuk mutusin Dimas lewat temen gue namanya Ara. Gue suruh dia manas-manasin Dimas tentang kejelekan gue dan berhasil Dimas mutusin gue. dua hari setelahnya temen gue ada yang bilang kalau sebenarnya Dimas masih sayang sama gue. Tepat di hari sibuknya ngurusin pendaftaran sekolah baru gue putus dan gue deket sama Deon hanya sebatas adik-kakak zone. Karena emang gue gak ada rasa sama akhirnya gue kelas 2 SMK gak bisa move on dari 10 tahun pacaran 8 bulan. lagi sang mamski dari Dimas pun berkata, âNanti SMK bareng lagi ya..âWah sayang sekali tante. Cukup sampe SMP aja temenannya hehe. Kita udah beda sekolah. Beda Suasana, canggung. IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.
Setiap orang tentu memiliki setidaknya sebuah kenangan yang begitu dalam tersimpan dalam ingatan, baik itu kenangan indah dengan sahabat, kenangan sedih bersama keluarga, atau kenangan romantis dengan orang tercinta. Sebuah kenangan akan terasa maknanya bila kita sudah tak bersama lagi dengan orang yang ada di dalam kenangan karena itu, salah satu kenangan yang paling berkesan yang banyak dirasakan orang-orang adalah kenangan saat perpisahan. Nah, kumpulan pantun yang kami sajikan di artikel ini merupakan pantun yang bisa mengekspresikan perasaan Anda tatkala tengah rindu dengan kenangan indah masa Pantun Kenangan1. Pergi ke kota lewat tikungan Bunga rampai ditekan-tekan Kisah kita jadi kenangan Jangan sampai Lihat kolam tak ada ikan Datang petani gali genangan Selamat jalan aku ucapkan Semoga ini jadi Pantang menyerah raih kemenangan Hewan berbulu pergi ke selatan Memori indah jadi kenangan Simpan selalu dalam Burung terbang jenisnya pelikan Terbang rendah di atas bendungan Momen perpisahan memang menyedihkan Simpan saja sebagai Bawa sajadah ke Pulau Bintan Tempatnya ramai buat balapan Kenangan indah muncul di ingatan Terasa damai membawa Pohon kurma tumbuhnya rendah Berwarna coklat, terbelah-belah Kenangan lama yang paling indah Adalah saat masa Daun salam dibuat santan Santan disimpan dalam sepekan Malam malam teringat mantan Kenangan indah tak Ikan hiu dibawa boncengan I miss you, tapi hanya Bawa kereta menuju panti Henti sejenak di jalan merpati Cerita kita telah berganti Namun kenangan tetap di Ke Pondok Indah naik angkutan Badan jatuh, patahlah tulang Kenangan indah bersama mantan Semoga takkan pernah Kakak Arjuna bernama Bima Paling cepat badannya berkeringat Kita berpisah sudah lama Kenangan itu tak usah Bikin santan malam-malam Santan dimasak buat yang ngidam Kenangan mantan begitu kelam Harus lupakan biar tak Duduk berdua bersebelahan Jalan-jalan di atas jembatan Hancur cinta karena selingkuhan Lupakan kenangan bersama Ke Bosnia mencari kerang Malah berjumpa dengan beruang Agar dunia kembali riang Kenangan mantan harus Maling beraksi membuat resah Lompati pagar bercadar merah Hari ini kita berpisah Untuk raih masa depan Jalan-jalan ke Pasar Minggu Membeli gamis yang indah Ini tempat pertama bertemu Juga tempat kita Rumah persegi di perempatan Anak jelita membawa ikan Jumpa lagi di lain kesempatan Kenangan kita jangan Bunga selasih, bunga melati Kakak Yanti menggosok gigi Rasa sedih di dalam hati Semoga nanti jumpa Berhembus laju angin mengalir Tiupnya kencang ke pohon zaitun Sambutlah pesan salam terakhir Aku sampaikan melalui Sungguh manis buah rambutan Enak dimakan perlahan lahan Bila ada sebuah pertemuan Pasti datang sebuah Hujan turun di kota Palu Hilangkan semua keluh kesah Tahun tahun telah berlalu Kini saatnya kita Gadis cantik membawa belati Belati dibawa bersama peti Jangan suka bersedih hati Walau perpisahan sedang Sebelum titik tulislah koma Untung banyak namanya faedah Suka duka dilewati bersama Jadi kenangan teramat Bawa gergaji untuk diasah Gergaji kecil memotong pelepah Hari ini kita berpisah Moga rejeki selalu Dalam sejarah ada prasasti Prasasti tugu di zaman dinasti Kadang lisan ini menyakiti Maaf darimu yang aku Segelas madu dicampur kelapa Badan pun hangat sedap terasa Kesetiaanmu tak kan kulupa Kan teringat sepanjang Simpan ragi di bawah kain Jumpa lagi di masa yang Malam-malam ronda berjaga Dapat sepatu jangan dibawa Meskipun kita berpisah raga Tetap bersatu di dalam Ada zebra ekornya goyang Kulit kuda warnanya sama Jangan menangis duhai sayang Kita berpisah tidaklah Tak jua datang membuat gelisah Ketika kembali jadi tambah seru Secara raga memang kita berpisah Namun di hati tetap ada Bapak-bapak sedang bertamu Berbaju batik membawa duku Betapa banyak jasa-jasamu Selalu baik pada Bila ingin aku betah Sediakan saja buah delima Kini kita akan berpisah Kenangan indah saat Dari kota datang ke daerah Ibu petani bawa merpati Walau kita akan berpisah Aku di sini setia Kakak saya orangnya seni Adik saya selalu meniru Kebersamaan yang singkat ini Membuat sedih dan Putih-putih si bunga melati Melati disimpan di dalam lemari Janganlah dikau bersedih hati Meski perpisahan Jangan pergi terlalu lama Supaya khawatir selesai sudah Suka duka dilewati bersama Jadi kenangan yang amat Minum kopi hanya secangkir Nikmat diminum dengan suami Perpisahan bukanlah akhir Masih dapat Ke pasar membeli ketan Liburan ke kota Surabaya Perpisahan bukan hambatan Untuk mengejar Nafas sesak susah mendesah Lihat bangau di atas kerbau Sungguh berat rasanya berpisah Hatiku galau pikiran Ada gadis menangis pilu Ternyata hatinya sedang gelisah Sungguh cepat waktu berlalu Tak terasa akan Sungguh telaten Ibu Aisyah Menyiram bunga kembang sepatu Walau raga kita berpisah Hati kita tetap Anak muda cari kerjaan Agar tidak hidup susah Akan kurindu semua kenangan Suasana indah yang penuh Memang susah bermain gitar Apalagi di saat gerogi Kita berpisah hanya sebentar Pasti kelak bertemu Jalan-jalan ke kota Blitar Mencari bunga ke dataran rendah Perpisahan tinggal sebentar Jadikan ini kenangan Pergi bermain ke pulau Bangka Membaca buku sejarah kota Perpisahan ini sangat tak kusangka Aku terharu teteskan air Hujan-hujan bajunya basah Ada kilat menyambar kelapa Hari ini kita berpisah Moga cepat kembali Jalan-jalan di kota Padang Pergi bersama ke Berastagi Doakan saya berumur panjang Agar kita dapat bertemu Ke Brastagi beli sepatu Jualan pangan berupa tebu Jumpa lagi di lain waktu Simpan kenangan di dalam Ketumpahan bakso bajuku basah Ingin marah namun pada siapa Walau hati tak ingin berpisah Apalah daya sudah Tanjung Sauh di pulau Bintan Area berlabuh orang penyengat Berpisah jauh bercerai badan Ikatan sahabat tetap baca juga kumpulan pantun terbaik berikut iniPantun Cinta SejatiPantun Berbakti kepada Orang TuaKumpulan Pantun AsmaraPantun Pembuka PidatoKumpulan Pantun 2 BaitPantun Nembak Calon PacarKumpulan Pantun SedihPantun Warna BajuPantun Acara WebinarPantun Good Morning
cerpen kenangan terindah bersama mantan